Terjemah Surat Al A’laa

Bismillah, Sobaahul Khoir Ikhwatal Iman semoga kita semua masih dan terus dijaga Allah untuk istiqamah dalam menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan- Nya. Pagi ini Admin bagikan terjemahan surat Al A’laa yang dibacakan oleh Syaikh Ali Jaber. Tafadhol didengarkan tau unduh di SINI…

Kali ini Admin yang bagikan insyaAllah membantu  untuk memanajemen kegiatan sehari-hari kita sehingga kita tidak menjadi orang-orang yang merugi seperti yang disebutkan dalam surat Al A’shr.

TIPS MENGOPTIMALKAN WAKTU (BAGIAN 1 DARI 4)

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

إنّ حمد لله

Kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allāh Tabarāka wa Ta’ala

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, kepada para shahabatnya, keluarganya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga akhir nanti.

Pada kesempatan kali ini, in syā Allāh kita memperlajari bagaimana cara mengoptimalkan waktu.

Bagaimana supaya waktu kita optimal, sehingga dengan waktu yang sama kita bisa meraih sesuatu yang lebih banyak dibandingkan orang lain.

Ada beberapa point in syā Allāh, kita mulai dengan point yang pertama.

(1) JANGAN MEMBIARKAN WAKTU KITA KOSONG TANPA AKTIVITAS YANG BERMANFAAT

Kalau sekedar aktivitas, ya ada aktivitas. Ngelamun juga aktitas. Tapi yang kita maksud di sini adalah, kalau seandainya ada waktu kita yang kosong segera isi dengan sesuatu yang bermanfa’at, apapun itu. Bermanfa’at buat dunia kita atau untuk akhirat kita.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla dalam Al Qurān, surat Al Insyirāh ayat 7 memotivasi kita. Kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Kalau kamu sudah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka lanjutkan dengan pekerjaan lainnya.”

Wah, berarti kesel ustadz?
Istirahatnya di mana ustadz?
Refreshingnya di mana?

Kata sebagian ahli pendidikan :

الرَّاحَةُ فِي تَبَادُلِ الَأعْمَلِ

“Istirahatnya seorang muslim itu adalah pergantian pekerjaan.”

Kadang-kadang kita jenuh tidak dengan pekerjaan kita?
Supaya tidak jenuh bagaimana?

Ganti pekerjaan.

Makanya kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla :

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Kalau kamu sudah selesai melakukan pekerjaan, lakukan pekerjaan lain.”

Dan ini konotasinya bukan dalam perkara duniawi. Dan bukan berarti dalam agama kita tidak mengenal adanya istirahat.

Ada, cuman istirahat di dalam konteks agama kita itu bukan hanya sekedar tidur terus,tidak.

Yang namanya hiburan dalam agama kita ada, refreshing ada. Tetapi tidak refreshing yang berbau negatif.

Ini adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla dalam Al Qurān Surat Al Insyirah Ayat 7.

Dalam hadist Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga sama. Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfa’atkanlah 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara, waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, hidupmu sebelum datang matimu.”

(Hadits riwayat Al Hakim dalam Mustadraknya 4:341, dishahihkan oleh beliau dan Syaikh Al Albani)

Kita sebutkan yang terkait dengan pelajaran kita saja. Kata Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ

“Manfa’atkanlah waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu.”

Jadi, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam memerintahkan kepada kita, agar waktu kosong itu segera dimanfa’atkan sebelum datangnya waktu sibuk.

Supaya apa?

Supaya hal-hal yang kosong itu tidak diisi dengan sesuatu yang negatif.

Kenapa Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam Al Qur’an memerintahkan kita, kalau sudah selesai pekerjaan segera diiringi dengan pekerjaan yang lain?

Kenapa Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam memerintahkan kita, agar dimanfa’atkan sebelum datangnya waktu sibuk?

Karena waktu kosong biasaya akan mendatangkan hal-hal yang sifatnya negatif.

Kalau tidak percaya, lihat saja pengangguran, ketika angka pengangguran di sutau tempat naik, biasanya angka kriminalitas juga naik.

Karena bingung, mau apa. Karena tidak ada kerjaan.

Ketika otak ini kosong, maka yang muncul adalah sesuatu-sesuatu yang sifatnya negatif. Makanya perkataan penyair:

وَنَفْسُكَ إِنْ لَمْ تُشْغِلْهَا بِالحَقْ (بِالخْيْرِ) شَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ (بِالشَّرِّ)

“Diri kita ini kalau tidak kita sibukkan dengan kebaikan, maka dia akan menyibukkan kita dengan keburukan.”

Jadi, kalau misalnya kita tidak manfa’atkan waktu kita dengan kebaikan, maka syaitan akan masuk di situ dan akan memprovokasi kita untuk melakukan yang jelek-jelek.

Kenapa?

Zulaikhah menggoda Nabi Yusuf. Nabi Yusuf ganteng.

Ada sebab lainnya?

Ada, yaitu kesempatan.

Kenapa Zulaikhah kepikiran untuk menggoda Nabi Yusuf? Padahal Nabi Yusuf bisa dikatakan sekedar anak yang ditemukannya.

Kenapa Zulaikhah sampe kepikiran seperti itu?

Karena kosongnya jiwa. Karena jiwanya kosong dan jiwanya kosong itu bersumber dari kosongnya aktivitas.

Makanya, jika misalnya anda mempunyai anak dan anak tersebut selalu melakukan hal-hal negatif, sibukkan dia dengan hal-hal yang positif.

Karena anak itu punya energi esktra. Nah energi ekstra itu kalau tidak disalurkan kepada yang positif maka akan disalurkan kepada hal yang negatif.

Isi waktu-waktu kosong kita dengan sesuatu yang bermanfa’at.

Maka, kalau misalnya ketika saat itu kita sedang luang, katakanlah sedang istirahat, maka jangan biarkan kita itu hanya sekedar melamun saja.

Terus ngapain ustadz?
Masak kerja?

Tidak, yang namanya aktifitas itu tidak mesti aktivitas fisik. Kita aktifkan otak kita.

Kita coba mikir dosa-dosa kita sudah banyak.

Apakah memikirkan dosa itu membutuhkan kerja kaki tangan? Kan tidak.

Cuma butuh apa? Butuh tafakkur.

Ya. Butuh kita berfikir, membayangkan dosa-dosa kita. Bekal kita sudah seberapa, sehingga waktu istirahat itu bisa kita optimalkan untuk sesuatu yang bermanfa’at.

Atau misalnya waktu istirahat sebelum tidur. Kok tidak bisa tidur-tidur.

Daripada kemudian main facebook yang ndak jelas, SMS ke sana kemari, mendingan buat apa? Buat ngerancang.

Rencana saya besok apa, 10 tahun lagi saya mau jadi apa. Dirancang gitu sambil mikir-mikir, tidak mesti harus ditulis. Pertama kali, yang penting dibayangkan.
Biar apa? Nanti lama-lama kan tidur, tidur mimpinya enak gitu kan, mimpi sudah jadi pengusaha misalnya, kan enak tidurnya.

Karena apa? Karena sebelumnya kita berpikir sesuatu yang positif.

Ini adalah point yang pertama, jangan biarkan waktu kosong tanpa aktivitas.

BimbinganIslam.com

To be continued insyaAllah

 

(Visited 20 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *