Terjemah Surat AL bayinah

Bismillah, Sobaahul Khoir Ikhwatal Iman semua, Kayaknya admin udah lama nggak posting nih, Iya karena salah update, kita jadi banyak trouble yang dihadapi. Pelajaran yang admin dapatkan adalah bahwa kita jangan beramal sebelum berilmu, kita harus tahu sebab dan akibat serta mengetahui dengan jelas apa yang akan kita kerjakan baru kita lakukan.

Tentunya juga sama pada semua masalah, apalagi masalah agama kita yang begitu penting bagi kita seorang muslim, maka kita juga harus lebih berhati-hati lagi dalam segala amalan dan perbuatan kita dan hanya akan melaksanakannya setelah jelas ilmunya bagi kita.

Thoyyib ,Langsung aja Admin bagikan terjemahan surat Al Bayinah yang dibacakan oleh Syaikh Ali Jaber. Tafadhol

Kemudian, seperti biasa admin berbagi artikel yang moga aja menambah ilmu dan amal kita serta bermanfaat bagi kehidupan kita.

HIKAYAT RUMPUT
“Realitanya rumput tetangga tidak lebih hijau dari rumput kita.” 

Kapan? Kalau kita benar-benar bersyukur dan qona’ah atas pemberian yang Allah Ta’ala karuniakan kepada kita.

○ Kita masih setia menjadi “kontraktor” sementara rumah tetangga sudah lima. 

Alhamdulillah. Semoga di surga diberikan istana mutiara berongga yang 60 mil tingginya. Buat apa ber-rumah lima namun dalamnya kosong dari sholat dan ibadah lainnya.

○ Gaji masih 2 juta sementara tetangga sudah di atas 10 juta. 

Alhamdulillah. Semoga yang sedikit ini penuh berkah dan berfaedah. Buat apa gaji puluhan juta namun habis dihambur-hamburkan begitu saja.

○ Kendaraan masih sepeda motor sementara tetangga sudah mobil bermerk kuda yang diangkat dua kaki depannya. 

Alhamdulillah. Kuda besi ini setia mengantar diri ke masjid untuk menghadiri sholat dan majelis ilmu. Apa faedahnya mobil mewah namun kegunaannya untuk mengantar pemiliknya ke DuSenTuk, Dugem Semalam Suntuk.

○ Hidung pesek, jerawatan plus rada hitam, sementara tetangga putih bersih, mancung lima senti. 

Alhamdulillah. Biar begini rajin sholat, jago ngaji dan ingat mati. Buat apa bodi sempurna namun auratnya kemana-mana, sholat hanya dua hari raya, ngajinya pun masih Iqro’ dua.

○ Konsumsi sehari-hari tahu tempe ikan asin plus sambel terasi, sementara tetangga selalu makanan ala Eropa. 

Alhamdulillah. Biar tahu tempe ikan asin namun habis terus, sedikitpun tak tersisa kecuali duri ikannya. Buat apa makanan ala masakan Eropa namun selalu tersisa, lalu dibuang begitu saja. Tentu kata “mubazir” begitu dekat dengannya.

○ Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Segala puji hanya kepada Allah semata selamanya.

Semoga dimudahkan untuk senantiasa bersyukur dan qonaah atas segala kenikmatan dan pemberian yang Allah anugerahkan kepada kita. Aamiin.

Oleh : Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI

✅ Bagian Indonesia

? DAMMAM KSA

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *